Bocah Tenggelam Terseret Arus Sungai Kalaena Belum Ditemukan

suhardi, 24 May 2019,
Share w.App T.Me

LUWU TIMUR - Pian( 12) bocah yang tenggelam sejak pukul 06.30 Wita, pagi di aliran sungai kalaena (jembatan Pawosoi) Dusun Pawosoi, Desa Kalaena, Kecamatan Wotu hingga kini (25/5) belum berhasil ditemukan.

Dimana sebelum tenggelam, korban dan temannya mandi di Sungai (dibawah jembatan Pawosoi) dan saatkorban berenang menyeberangi sungai, tiba-tiba diseret arus sungai.

Menurut pantauan indonesiasatu.co.id, sejak kejadian hingga berita ini dipublikasikan, Tim SAR dan warga melakukan pencarian menggunakan alat seadanya, namun nyaris menelan korban baru lagi.

Satu unit perahu karet BASARNAS yang dikerahkan hanya digunakan hanya menyisir sisi sungai saja.

Keluarga korban merasa kecewa dikarenakan Tim SAR datang hanya  menjadi penonton.

"Percuma tim SAR kalau datang ji menonton, lebih baik tim pulang saja", ujar warga dengan nada kecewa.

Ditempat lain Koordinator Potensi SAR LINTAS GENERASI LUWU TIMUR (Sar ligas ) Serma (Pur) .Drs.saifullah saat dikonfirmasi mengatakan terkait pencarian dan pertolongan ( SAR ) ada 2 yaitu :

BASARNAS adalah Badan Sar nasional (insitusi pemerintah) insitusi inilah bertanggun jawab atau kekuatan inti atas pencarian dan pertolongan.

Lebih lanjut beliau menjelaskan tentang Potensi SAR yaitu TNI, Polri, TRC (BPBD) dan organisasi SAR yang memiliki kualifikasi SAR, semuanya adalah SAR cadangan.

TEHNIK PENCARIAN (S.O.P)

1. Asesmen lokasi setelah menerima laporan dengan memperhitungkan kondisi 

medannya.layak dikerjakan atau tidak kalau sungai,kecepatan arus ,kedalamanya ,adakah buayanya.

2.Memperhatikan kondisi keselamatan tim rescuer yg akan bekerja.

3.Peralatan yg akan digunakan ,termasuk alat selam layak atau tidak.

4. Tehnik pencarianya apakah perlu ombak buatan atau cukup penyisiran.

5. Jumlah personil yg akan terlibat dan lain-lain.

Kemungkinan hambatan tim SAR ada keraguan tentang kondisi sungai yang tidak aman kalau ada buayanya.atau alat selam sudah tidak memenuhi syarat untuk penyelaman apalagi personil belum memiliki kualifikasi daifin.

“Korban belum kami temukan. Tim gabungan masih berkerja di lapangan, hanya saja belum ada tanda-tanda jasadnya,” katanya.

Meski demikian, BPBD bersama Tim SAR, aparat serta warga akan terus mencari korban hingga ditemukan.

Adapun dasar hukumya UU no 29 tahun 2014 tentang pencarian dan pertolongan",Tuturnya.

(SH/JIS)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu